Sewa Mobil di Stasiun Madiun

24 November 2016
Comments 0
24 November 2016, Comments 0

Stasiun Madiun (MN) adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di Madiun Lor,  Manguharjo, Kota Madiun. Stasiun yang terletak pada ketinggian +63 m ini adalah stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini melayani perjalanan kereta api, baik jalur utara, selatan, maupun timur Pulau Jawa, ke berbagai kota tujuan, seperti Surabaya, Banyuwangi, Malang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta dengan kereta kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Sewa Mobil Madiun jemput tamu di Stasiun Madiun

Di sebelah barat stasiun ini, setelah perlintasan sebidang Jl. Yos Sudarso, terdapat percabangan rel yang menuju depo milik Pertamina. Di sebelah barat stasiun ini juga terdapat sebuah Dipo Lokomotif, di sebelah utara terdapat PT INKA, serta di sebelah timur terdapat Dipo Kereta, Gerbong, dan Mekanik. Ke arah selatan terdapat percabangan jalur kereta api yang akan berakhir di Slahung, Ponorogo, namun sejak tahun 1992 relnya dinonaktifkan.

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Jalur 1 digunakan khusus kereta api eksekutif, bisnis, ekonomi AC non PSO, serta terkadang juga kereta api ekonomi AC PSO, dan lokal; dari jalur 1 ini terdapat percabangan menuju Slahung, Ponorogo. Jalur 2 digunakan khusus kereta api ekonomi AC PSO, Jalur 3 untuk pemberhentian kereta api jika di jalur 1 dan/atau 2 ada kereta api. Jalur 4-7 khusus parkir kereta api barang dan kereta api yang baru keluar dari PT Inka. Jalur 8 khusus pengisian bahan bakar kereta api serta memiliki jalur menuju dipo lokomotif dan turntable. Dari jalur 5-8 terdapat jalur menuju depo Pertamina.

Sejak tahun 2007, sistem persinyalan di stasiun ini telah diganti dengan menggunakan sistem persinyalan elektrik bertipe MIS (Modular Interlocking System) yang sebelumnya digunakan di Stasiun Cikampek dan tiang-sinyal lampu/cahaya yang digunakan bertipe lampu LED (light emitting diode) buatan PT LEN Industri (Persero).

Sejak tanggal 24 Juni 2016, stasiun ini telah menerapkan sistem check-in dan boarding pass seperti yang berlaku di bandara.

Sejarah

Pada tahun 1832, Kota Madiun dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi wilayah berstatus karesidenan dan menjadi tempat tinggal orang-orang Belanda dan Eropa lainnya terutama yang berprofesi di bidang perkebunan dan perindustrian karena adanya pengembangan berbagai perkebunan dan pabrik di sekitar kota ini seperti perkebunan tebu dengan pabrik gula, perkebunan teh, kopi, tembakau dan lain-lain.

Berkembangnya perkebunan dan pabrik pengolahan hasil perkebunan membawa akibat pada kebutuhan sarana pengangkutan, dalam hal ini kereta api menjadi pilihan yang paling efisien. Maka dibangunlah sebuah stasiun pada bulan Januari 1897 oleh arsitek Belanda Frans Johan Louwrens Ghijsels yang juga telah menjadi arsitek Stasiun Jakarta Kota, dalam hal ini juga dibangun sebuah Balai Yasa Lokomotif Uap yang terletak di sebelah utara stasiun Madiun. Pada bulan Oktober 1898 stasiun ini mulai dioperasikan oleh pemerintah Hindia Belanda dan juga dibangun jalur ke selatan sampai Stasiun Slahung yang kini tidak aktif dan jalur barat/timur yang menuju ke Solo Balapan/Kertosono. Jaringan rel kereta api di Kota Madiun diperkirakan dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1885. Pada zaman dahulu Madiun adalah tempat yang padat jalur kereta api, khususnya jalur kereta api tebu yang beberapa di antaranya terintegrasi dengan jalur kereta api Madiun-Slahung dan Madiun-Solo Balapan, sehingga stasiun ini sangat padat.

Stasiun Madiun merupakan stasiun satu sisi dengan bangunan utama yang terletak sejajar dengan rel dan emplasemen. Sebagian besar bangunan stasiun, baik bangunan utama maupun emplasemen, telah mengalami renovasi sehingga penampilan keseluruhan stasiun ini bernuansa cukup modern.

Pada saat itulah tahun 1979, hampir semua lokomotif uap tak beroperasi setelah adanya lokomotif diesel hidrolik maka Balai Yasa Lokomotif Uap ini dialihfungsikan pada tahun 1981 dengan menggantikan Balai Yasa Lokomotif Uap. Sekarang perusahaan ini menjadi perusahaan skala besar dan satu-satunya di Asia Tenggara yang bergerak di bidang perkeretaapian sehingga produknya sudah dikenal di mancanegara. Hal tersebut menjadikan Kota Madiun merupakan kota yang sarat sejarah perkeretaapian, baik pada masa lalu, masa kini, dan yang akan menorehkan sejarah kereta api pada masa depan.
Layanan kereta api
Penumpang
Kelas eksekutif

Argo Wilis, tujuan Bandung via Yogyakarta-Tasikmalaya dan tujuan Surabaya
Gajayana, tujuan Jakarta via Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Malang via Blitar
Bima, tujuan Jakarta via Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Surabaya bersambung Malang
Turangga, tujuan Bandung via Yogyakarta-Tasikmalaya dan tujuan Surabaya
Bangunkarta, tujuan Jakarta via Solo-Semarang dan tujuan Surabaya

Kelas campuran

Sancaka, tujuan Yogyakarta via Solo dan tujuan Surabaya (eksekutif-ekonomi AC plus)
Malabar, tujuan Bandung via Yogyakarta-Tasikmalaya dan tujuan Malang via Blitar (eksekutif-bisnis-ekonomi AC)
Malioboro Ekspres, tujuan Yogyakarta via Solo dan tujuan Malang via Blitar (eksekutif-ekonomi AC plus)
Ranggajati, tujuan Cirebon via Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Surabaya bersambung Jember (eksekutif-bisnis)

Kelas bisnis
Sewa Mobil Madiun jemput tamu di Stasiun di Madiun
Mutiara Selatan, tujuan Bandung via Yogyakarta-Tasikmalaya dan tujuan Surabaya bersambung Malang
Kelas ekonomi AC plus

Majapahit, tujuan Jakarta via Solo-Semarang dan tujuan Malang via Blitar
Krakatau, tujuan Jakarta bersambung Merak via Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Kediri

Kelas ekonomi AC

Matarmaja, tujuan Jakarta via Solo-Semarang dan tujuan Malang via Blitar
Gaya Baru Malam, tujuan Jakarta via Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Surabaya
Brantas, tujuan Jakarta via Solo-Semarang dan tujuan Kediri
Pasundan, tujuan Bandung via Yogyakarta-Tasikmalaya dan tujuan Surabaya
Kahuripan, tujuan Bandung via Yogyakarta-Tasikmalaya dan tujuan Kediri
Logawa, tujuan Purwokerto via Yogyakarta dan tujuan Surabaya bersambung Jember
Sri Tanjung, tujuan Yogyakarta via Solo dan tujuan Surabaya bersambung Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This template supports the sidebar's widgets. Add one or use Full Width layout.